Mendikbud Anies Baswedan menyatakan begitu diketahui adanya kejadian itu
Kemdikbud mengambil langkah cepat untuk mengatasinya, yakni:
1.
Mendikbud tidak mentoleransi segala hal yang dimaksudkan untuk
mengganggu pelaksanaan Ujian Nasional (UN), termasuk bila terdapat upaya
kecurangan .
2. Pusat Penilaian
Pendidikan (Puspendik) Kemdikbud telah melakukan analisis terhadap file
yang ditemukan. Berdasarkan analisis tersebut diketahui bahwa file
berasal dari satu percetakan yang bertugas mencetak soal UN.
3.
Kemdikbud telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan
Informatika (Kemkominfo) untuk membantu proses pemblokiran tautan
dokumen soal UN tersebut.
4. Kemdikbud telah berkoordinasi
langsung dengan Google, Inc., untuk menghentikan akses terhadap akun
Google Drive yang memuat soal UN 2015 untuk satu provinsi di luar Jawa
tesebut. Pihak Google Senin malam (13 April 2015) waktu Indonesia telah
mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan tindakan sebagai berikut:
a. Menghapus file dalam akun google drive yang dilaporkan
b. Menonaktifkan dan menutup akses terhadap akun google drive tersebut secara global untuk seluruh dunia, sehingga kalaupun ada upaya akses dengan IP adress dari negara lain hal itu tak akan dapat dilakukan.
b. Menonaktifkan dan menutup akses terhadap akun google drive tersebut secara global untuk seluruh dunia, sehingga kalaupun ada upaya akses dengan IP adress dari negara lain hal itu tak akan dapat dilakukan.
5. Dari tautan di google drive telah diketahui sumber pengunggah yang
diduga berasal dari salah satu percetakan soal UN. Kemdikbud telah
melaporkan hal tersebut secara resmi kepada Bareskrim Mabes Polri yang
diteruskan kepada Plt. Kapolri untuk melakukan penyelidikan dan
memproses secara hukum terhadap pihak yang telah melakukan tindakan yang
dapat mengakibatkan kebocoran soal UN yang secara peraturan
perundang-undangan merupakan dokumen rahasia negara. Proses penyelidikan
sedang berlangsung.
Mendikbud Anies Baswedan kembali menegaskan
komitmen untuk tidak memberi toleransi sedikit pun terhadap tindakan
kecurangan dan kebocoran Ujian Nasional. “Saya meminta masyarakat untuk
tidak tinggal diam bila menemukan tindak kecurangan dan kebocoran dengan
melaporkan kepada Kemdikbud dan atau Kepolisian,” kata Anies Baswedan.
Mendikbud Anies Baswedan mengapresiasi semua pihak yang memilih untuk
tetap melaksanakan UN dengan jujur dan menjaga integritas. “Dengan
sistem UN yang menerapkan indeks integritas, akan dapat mendeteksi
indikasi praktik kecurangan,” ujar Mendikbud menambahkan.
Penjelasan Mendikbud tentang dugaan kebocoran di google drive