Salah satu kunci keberhasilan kualitas suatu bangsa adalah kualitas pendidikan di negara tersebut. Berdasarkan fakta sejarah ketika Jepang di bom oleh sekutu di kota Hiroshima dan Ngasaki kaisar Jepang saat itu menanyakan pertama kali adalah ketersediaan guru. Hal ini juga terjadi di Amerika saat kondisi negara kurang baik, presiden Amerika megatakan Whats Wrong with our Classroom?. Di Indonesia, seperti yang tengah kita rasakan, perubahan-perubahan dalam dunia pendidikan akan mengarah pada kesadaran akan pentingnya investasi pendidikan terhadap kemaslahatan bangsa.
Faktor mendasar yang menentukan ketercapaian tujuan pendidikan adalah guru. Peran guru amat signifikan bagi setiap keberhasilan proses pembelajaran (Jones, Jenkin & Lord, 2006:1). Dari begitu banyak variabel yang menentukan pendidikan, muncul bukti-bukti bahwa kemampuan guru merupakan variabel terpenting atas kualitas hasil pembelajaran.
Guru dituntut mampu memfasilitasi proses pembelajaran aktif yang mampu membangkitkan minat dan kemauan siswa dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Dalam konteks ini menjadi penting bagi seorang guru untuk memiliki kompetensi dan bertindak efektif sebagai salah satu kunci keberhasilan pembelajaran.
Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu langkah secara nyata memperbaiki kualitas pendidikan melalui peningkatan profesionalisme guru dan calon guru secara kontinu, salah satunya melalui seminar nasional pendidikan. Program peningkatan kualitas ini melalui program pendampingan kepada guru dalam menjalankan tugasnya sehingga hal ini akan lebih substain karena guru akan mempunyai waktu keberadaan lebih lama daripada siswa. Guru akan membina siswa dari generasi ke generasi.

Guru penentu Variabel Kualitas Hasil Pembelajaran